Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
March 21, 2026Akademi Keperawatan (AKPER) Pemkab Ngawi kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana. Komitmen tersebut diwujudkan melalui keterlibatan AKPER Pemkab Ngawi dalam penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk tindak lanjut implementasi kerja sama yang telah dituangkan dalam Memorandum of Agreement (MoA) antara AKPER Pemkab Ngawi dan BPBD Kabupaten Ngawi, khususnya dalam bidang pendidikan, pelatihan, pengembangan kapasitas, serta kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana.

Penyusunan dokumen kontingensi Karhutla menjadi bagian penting dalam membangun sistem kesiapsiagaan yang terencana dan terkoordinasi. Dokumen tersebut menjadi acuan bagi berbagai pihak dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana Karhutla, mulai dari tahap kesiapsiagaan, respons darurat, mobilisasi sumber daya, pelayanan kesehatan, hingga koordinasi lintas sektor.
Dalam kegiatan tersebut, AKPER Pemkab Ngawi berkontribusi melalui perspektif kesehatan dan keperawatan dalam penanggulangan bencana, terutama berkaitan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak Karhutla. Peran tersebut mencakup pemetaan kebutuhan tenaga kesehatan, dukungan pelayanan keperawatan pada kondisi darurat, identifikasi kelompok rentan, serta kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi dampak kesehatan akibat bencana.

Keterlibatan AKPER menjadi semakin strategis mengingat Karhutla tidak hanya menimbulkan dampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat memberikan konsekuensi terhadap kesehatan masyarakat. Paparan asap dan partikulat akibat kebakaran dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya pada kelompok rentan seperti bayi dan anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat dengan penyakit tertentu. Melalui kolaborasi dengan BPBD Kabupaten Ngawi, AKPER Pemkab Ngawi turut mendorong terbangunnya pendekatan penanggulangan bencana yang lebih komprehensif, dengan mengintegrasikan aspek kesehatan, keperawatan, keselamatan, komunikasi risiko, dan koordinasi lintas sektor.
Kegiatan penyusunan dokumen kontingensi ini juga menjadi sarana bagi AKPER Pemkab Ngawi untuk mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa dan dosen keperawatan diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi klinis, tetapi juga mampu memahami peran tenaga keperawatan dalam situasi kedaruratan dan bencana.
Kerja sama ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun jejaring kelembagaan antara institusi pendidikan dan pemerintah daerah dalam menciptakan sumber daya manusia yang tangguh menghadapi bencana.

Direktur AKPER Pemkab Ngawi menyampaikan bahwa keterlibatan institusi dalam penyusunan dokumen kontingensi merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung program pemerintah daerah.
“AKPER Pemkab Ngawi tidak hanya berperan dalam mencetak tenaga keperawatan yang kompeten secara klinis, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan mahasiswa agar mampu berkontribusi dalam situasi bencana. Melalui kerja sama dengan BPBD Kabupaten Ngawi, kami berharap dapat memperkuat kesiapsiagaan tenaga kesehatan sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam perlindungan kesehatan masyarakat,” ungkapnya.
Kolaborasi AKPER Pemkab Ngawi dan BPBD Kabupaten Ngawi diharapkan tidak berhenti pada penyusunan dokumen, tetapi dapat dilanjutkan melalui berbagai kegiatan implementatif, seperti simulasi dan latihan kesiapsiagaan bencana, pelatihan pertolongan pertama dan kegawatdaruratan, edukasi masyarakat, penguatan kapasitas mahasiswa dan tenaga kesehatan, serta pengembangan jejaring relawan kesehatan. Dengan adanya sinergi tersebut, AKPER Pemkab Ngawi berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam membangun masyarakat Ngawi yang tangguh bencana, sekaligus memperkuat posisi institusi pendidikan keperawatan sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam bidang kesehatan dan penanggulangan bencana.Kolaborasi hari ini adalah investasi kesiapsiagaan untuk menghadapi bencana di masa depan.
